Jika bukam itu emas, bagaimana dengan ku yang bukam untuk menutupi semua rasa sakit yang aku rasakan?
Aku tidak mudah bergaul, aku tidak mudah percaya dengan siapa aku berteman, dan aku tidak mudah mengerti berbaur dengan lingkungan ku. Aku terlalu takut untuk tertawa seperti apa yang mereka lakukan.
"Zeta kesini." Panggil teman satu kelas ku. Aku melangkah ragu.
"Buruan zet ntar ditinggalin anak - anak." Sorak Kila teman karib ku. Ia begitu semangat dengan kegiatan ini.
"Kamu duluan aja la nanti aku nyusul." Kila yang tadinya berlari langsung berhenti saat mendengar ucapan.
"Gak yakin aku kalo kamu bakal nyusul. Yuk buruan zet lama amat sih kamu larinya." Desak Kila. Aku masih tergopoh -gopoh berlari dengan tidak sempurna seperti Kila. Aku hanya bisa berlari dengan kaki pincang ku. Kila yang tadinya berlari maju kini ia malah berbalik arah menuju ku.
"Loh? Kamu kok balik sih? Udah buruan nanti kamu di tinggalin anak - anak la." Ia menggeleng dan menyamakan kecepatan larinya dengan ku.
"Udah gak apa apa kok zet kita lari bareng aja." Aku menghentikan langkah ku. Menatap Kila yang masih berlari kecil.
"Kila.. kamu duluan aja." Kila yang tadinya berlari kecil menghentikan larinya. Ia menatap ku heran.
"Kila aku gak apa apa." Ia terlihat ragu mendengar ucapan ku.
"Yakin gak apa apa?" Tanyanya.
"Iya Kila."
"Yaudah aku duluan gak apa apa kan?"
Aku mengangguk dan tersenyum.
Kila berlari meninggalkan ku di gang yang sepi ini. Memang kegiatan olahraga kami bukan mengelilingi lapangan tapi satu komplek yang ada di sekita sekolah. Tadinya guru olahraga sudah memperingati ku untu tidak serta pada hari ini. Tapi bukan Zeta nama ku jika aku tidak keras kepala.
Aku terus berlari tergopoh - gopoh. Jarak ke sekolah masih cukup jauh. Dan aku sudah berlari lebih dari setengah jam. Tidak jauh ku dengar, suara derap langkah menghampiri posisi ku kini. Aku menoleh dan nampaklah gerombolan laki-laki satu kelas dengan ku.
****
From that moment I was silent and busy with the world I created. I just be patient with their behavior. Those who say bad about the physical that I have. Although conscious and defeated is almost the same thing if in meaning. I'm not asking for my condition like this, and I'm grateful for my current condition because what I have is a gift that has been given for me. I just hope they do not do what they do to me they do to others. I will be tough if they say bad about my physical. Because what they do is just a painful momentary madness without them knowing it.
0 komentar:
Posting Komentar