Chapter 1


Sepasang mata cantik itu terbuka sempurna. Kila memandang kosong di sekitarnya. Pagi ini menunjukan pukul delapan. Kila masih termenung sembari memandang jam dinding yang berdetak. Ia tidak menyadari entah waktu berapa kini yang ia pandang, sejak ia terbangun dari mimpi indahnya dering ponsel itu terus berbunyi. Setelah meraih ponsel tersebut Kila bergegas bangun dari tidurnya dan melompat ke kamar mandi untuk bersiap pergi menuju Kampus di hari sisa kelulusannya.

*****

Waktu itu seperti detak jantung yang tidak dapat terulang. Kila hanya bisa menyimpan semua kenangan yang tangkap dalam benaknya. Walaupun kenangan itu tidak seindah saat ia masih duduk di bangku sekolah, yang namanya kenangan tetap menjadi kenangan untuknya. 
"Yuk buruan nanti kita ketinggalan." Sapa sahabatnya bukan lebih tepat temannya. You have to believe a good friends. Will never forget anyone who ever made us laugh. Definisi teman dan sahabat itu berbeda untuknya. Kila mengangguk dan tersenyum membalas ajakan itu. Saat memasuki aula pikirannya berputar kembali pada masa saat ia pertama kali menjadi mahasiswa, ia mengenakan almamater untuk pertama kalinya, dan Kila saat itu bangga mengenakan almamater tersebut. Masa yang begitu polos untuknya. 

"Nina mana sa?" Tanya Kila mhencari teman karibnya yang tidak nampak batang hidung cewek itu. 
"Gak tau nih, udah ditelponin gak diangkat." Kila kembali fokus pada MC yang membuka acara.

Acara berjalan lancar hanya saja Kila sedikit grogi saat pelantikan kelulusan. Dimana tali toga disampirkan di kepala sebelah kiri, lalu kemudian oleh rektor dipindah ke bagian kanan, dimaksudnya agar setelah lulus para sarjana tidak hanya menggunakan otak kiri, tetapi harus lebih banyak menggunakan otak kanan. Dimana otak kanan ini berhubungan dengan daya imajinasi, kreativitas, dan inovasi seseorang. Awalnya Kila tidak mengerti makna dari pemindahan tali tersebut, hingga ia mengerti maksud tujuan dari itu. 

"Selamat ya ciee yang udah lulus." Kila tersenyum memandang teman kecilnya. Kila juga terkejut sebenarnya kehadiran Dira, bagaimana gadis itu tahu acara wisudanya. Mungkin kabar burung dari teman-teman sekampusnya. 

"La buruan sini foto bareng." Ajak Fisa yang sudah siap berkumpul dengan satu angkatan membelakangi rangkaian bunga.

Kila tidak akan melupakan semua kenangan indah yang tertinggal dalam Universitas Lancang Kuning ini. Semua tempat yang berada dalam kukungan Universitas ini adalah kenangan untuk Kila walaupun hanya menjadi tempat berlalu lalang juga menjadi kenangan yang tidak akan ia lupakan. 

Kila pernah menyesali telah memperlambat hari ini tiba. Saat ia tidak fokus hanya karena hal bodoh yang pernah ia lakukan. Memperlambat kesuksesannya dengan menghabiskan waktu selama satu tahun yang di isi dengan bermain dan memikirkan hal yang tidak seharusnya ia pikirkan. Kila sudah berjanji tidak akan masuk kedalam perangkap yang sama. 



Dan kini Kila hanya bisa menutup semua kenangan pahitnya dengan tersenyum. Seperti marilyn monroe katakan. A smile is the best make up any girl can wear.  Kila hanya bisa tersenyum dibalik kesedihannya seperti menangis saat hujan turun mengguyur dirinya. 

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram